Padang bulan
Bulir Dzikir
Lelah hati
mencari makna
Waktu fana seolah tak berujung
Menggenggam yang tak tergapai
Bagaimana bahagia?
Tegar bersimpuh di dahan rapuh
Khusuk menari beriring angin
Jari memetik
dawai makna
Setiap hayunan
buaian jiwa
Wahai jiwa yang terlupa
Kualah pengikat makna
Kualah penelik bahagia
Dimanakah bahagia?
Adalah
qalbu telaga punca
Menghilir
takdir
Mengisi setiap
lembah jiwa
Menuai bulir
dzikir
Menangis tepi
malam
Mengharu beranda fajar
Melengkuh penggalan hari
Kapan bahagia?
Kicauan burung
di pagi
Rampak angin di
dedaunan
Tabuhan air di bebatuan
Sudahkah terdengar sama?
Subuh 19 Mei
2020
Tentang Penulis
D. Darma K., lahir di Curup 2 Juli 1971, menghabiskan masa kecil di Muara
Aman. Menamatkan pendidikan SD hingga SMA di Bengkulu. Menyelesaikan S1 di bidang Kimia
dan S2 di bidang Kimia Organik. Mempelajari Ilmu Faal dan Khasiat Obat sebagai
pilihan pendidikan selanjutnya. Kini, bermukim dan menjadi warga Kota Kupang sambil
mengabdi sebagai pengajar dan menekuni Kimia Kosmetik sebagai bidang keahlian
khusus. Menulis puisi sebagai tempat merenung dan berpikir, bahkan
terkadang menjadikan puisi sebagai sarana merekam hasil analisis jejak
peristiwa.


