Puisi: D. Darma K.



Menjelma Mesra

 

Padang bulan

Penanda waktu nan rupawan
Puncak hati melepas pandang
Pengusik mimpi pengembara fana
 
Merayu Dara menawan 
Meliukan tari kemolekan 
Menyingkap keindahan 
Mendesirkan hasrat kerinduan
 
Rasa menjelma mesra 
Gelora mengombang jiwa 
Langgam mendayu rayu 
Kidung melantun goda
 
Wahai makna kala
Dara perawan penari 
Mengayun harum selendang
Teriring petik harpa sangkakala
 
Tarimu ke bawah rembulan
Bayangan sinar temaram
Lentik jari Dara menghenti masa
Resah hati akankah tarimu terhenti
 
Akan selalu merindu 
Dara penawan jiwa 
Dara penari rembulan 
Dara pelabuh waktu
 
Subuh, 14 Mei 2020







Bulir Dzikir

 

Lelah hati mencari makna
Waktu fana seolah tak berujung 
Menggenggam yang tak tergapai 
Bagaimana bahagia?
 
Tegar  bersimpuh  di  dahan  rapuh 
Khusuk menari beriring angin
Jari memetik dawai makna
Setiap hayunan buaian jiwa
 
Wahai jiwa yang terlupa 
Kualah pengikat makna 
Kualah penelik bahagia 
Dimanakah bahagia?
 
Adalah qalbu telaga punca
Menghilir takdir
Mengisi setiap lembah jiwa
Menuai bulir dzikir
 
Menangis tepi malam 
Mengharu beranda fajar 
Melengkuh penggalan hari 
Kapan bahagia?
 
Kicauan burung di pagi
Rampak angin di dedaunan 
Tabuhan air di bebatuan 
Sudahkah terdengar sama?
 
Subuh 19 Mei 2020




Tentang Penulis



D. Darma K., lahir di Curup 2 Juli 1971, menghabiskan masa kecil di Muara Aman. Menamatkan pendidikan SD hingga SMA di Bengkulu. Menyelesaikan S1 di bidang Kimia dan S2 di bidang Kimia Organik. Mempelajari Ilmu Faal dan Khasiat Obat sebagai pilihan pendidikan selanjutnya. Kini, bermukim dan menjadi warga Kota Kupang sambil mengabdi sebagai pengajar dan menekuni Kimia Kosmetik sebagai bidang keahlian khusus. Menulis puisi sebagai tempat merenung dan berpikir, bahkan terkadang menjadikan puisi sebagai sarana merekam hasil analisis jejak peristiwa.


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.