Puisi Vera Nurfarhiyatin & Fatiya




Di Meja Penyair

Vera Nurfarhiyatin 


Diberitakan bahwa telah terjadi kejahatan

pembunuhan masal

menewaskan ratusan

pasangan tergelak

di meja penyair


Di TKP,  ditemukan sejumlah barang bukti 

berupa satu buah laptop

dengan merek paling top

serta secangkir kopi

yang belum dicicipi 


Terdakwa mengaku tak sengaja

telah menewaskan

 ratusan pasang kata 

demi sebuah puisi 

yang siap dinikmati


Kuningan,  26 Juli 2021





Malam

Fatiya 


Malam bagaikan sebilah pisau

Udara dingin yang menusuk

Dan kegelapan yang membutakan

Karena mimpi buruk yang tak kunjung lapur


Kucoba menutup mata

Memeluk diri sendiri

Tak menghiraukan malam

Tapi aku berakhir terjaga lagi


Sebuah jurang antara rindu dan takut

Karena mereka yang pergi dan tak kembali

Meninggalkan jejak tak terelakkan 

Di antara malam-malam yang sunyi


Bandung, 26 Juli 2021


Note: 

kedua puisi di atas merupakan 
puisi terbaik jadwal mingguan 
yang diselenggarakan oleh;
 komunitas Kosana.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.