Aku
dan Mak
Aku
keluar dari kamar apabila malam
mendekati
tangan Mak sedang tidur
meminta cerita luka yang ia sembunyikan
beberapa tahun lalu.
Ia pura-pura merapatkan mata
di tempat tidur yang lapuk
takut terjerembab pada tangisan
berhati-hati dengan airmata terakhir.
Pada dinding kamarnya,
tak ada potret-potret Ayah
sebagai tokoh kepala keluarga
ia pergi meninggalkan buah hati.
Malam semakin panjang,
awan menuggu untuk siang
bulan tersenyum di jendela
cahayanya penuh dengan cerita
aku hanya melihat dan diam
Mak terus tidur dengan senyap.
Aku kembali seperti semula!
Pekanbaru, 2021
Isi Kadonya Kerinduan
Isi kado itu adalah kerinduan
dari petikan gitar lagu ulang tahun
di antara huruf kapital namamu
orang-orang berdatangan
melihat getaran tiupan api terakhir.
Tapi, ia tidak ada niat dengki di hati
atau dari usus perutnya
berhari-hari bicara tamu-tamu
tentang kedatangan tak terduga
sebab kasih dibuang lewat tolak bala.
Kerinduan adalah ritual penting
sebagai kado utama pada kegelapan
di hari spesial.
Rebutan para pemangsa alam
mengambil potongan-potongan kek
nasib berpanjangan
membiarkan jadi pentas
berkeliaran di bawah balon.
Maka, mata yang bercahaya
penanda siang dan malam
tak ada ketakutan untuk melihat hadiah.
Pekanbaru, 2020
Tentang Penulis
Joni Hendri,
kelahiran Teluk Dalam, 12 agustus 1993. Karya-karyanya berupa Esai, Naskah
Drama, Cerpen, dan Puisi pernah dimaut di beberapa media cetak, online dan
antologi. Bergiat di Rumah Kreatif Suku Seni
Riau dan Komite Teater Dewan Kesenian Kota Pekanbaru (DKKP). Sekarang menjadi
Mahasiswa FIB UNILAK Jurusan Sastra Indonesia.


