SENJA KALA
sepotong senja mabuk
Di lamun jelita malam
Ombak melulung
Dermaga
Sepotong senja
Di saku bajunya
Oktober 2021
BIDUK BIDUK KECIL
Bidukku kecil
Berlambungkan kertas
Hitam putih
Bidukku kecil
Tak lelah di amuk prahara
Hidup
2021
Profil Penulis
Mustiar Ar, penyair kelahiran Meulaboh 15 april 1967. Penerima anugrah budaya
tahun 2016 ini,menamatkan sekolah Di MAN 1 Meulaboh.karya pertamanya termuat Di
media mingguan Taruna Baru, Medan. dengan judul ' Kutambal Kapal Di dermagamu'
tahun 1967. Dan berturut Puisi dimuat Di Buletin Geunta yogjakarta,Buletin
Tunas, majalah Nova, Jakarta Dan Dharma wanita Medan.
Di samping itu,Mustiar Ar yang akrab Di sapa Oneh Kurnia ini,karya Puisinya
juga terbit di media online.di skm Atjeh post,Kiprah,Harian Serambi
indonesia.Karya puisi saya juga ada di antologi bersama penulis daerah
juga dengan sastrawan nasional.seperti Antologi Puisi Seulawah,sejilas
pintas.Nuansa dari Pantai Barat,Putro Phang, Antologi Puisi Ziarah ombak
,Ensiklopedia Aceh hikayat dan sastra Aceh 2008.Antologi Sastra Bulir Mutiara
pantai Barat edisi DKAB juni 2014,Antologi sastra Sastra Deru Pesisir Pantai
Barat,edisi Disbuparpora Aceh Barat 2015.Ensiklopedi Penulis Indonesia jilid 4
edisi Forum Penulis ( FAM ) Indonesia,april 2015 Jawa Timur.Ensipegila
koruptor,Puisi Menolak korupsi,edisi forum sastra Surakarta Mai 2015.Memo untuk
Wakil Rakyat edisi forum sastra surakarta November 2015.Memo Anti Teroris,
edisi forum sastra Surakarta maret 2016.Antologi puisi Ibu Dalam Balutan Rindu
edisi FAM publishing. Antologi Puisi Pasie Karam,Temu Penyair Nusantara pada
pekan kebudayaan Aceh barat 2016.
Dan Antologi Puisi Untaian Sastra Bumi Teuku Umar,edisi Disbudparpora Kab Aceh
Barat 2016.11 tahun rehab dan rekon 2004-2015 Gempa dan Ie Beuna.Kumpulan Puisi
Bebas Melata,penyusun Rohani Din & Handoko F Zainsam-Singapura 2018.
Pandemi Puisi,antologi bersama melawan covid19, edisi Yayasan Dapur Sastra
Jakarta. Gembok,Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021.
Selain menulis,saya juga berkutat di dunia teater,sekitar tahun 1994 ikut serta
dalam event kolosal Budaya Aceh dan drama "TEWASNYA TEUKU UMAR dan
ADAT PERKAWINAN ACEH BARAT" di gedung Graha Bakti Yudha Kejagung
jakarta.