Intan Hafidah NH
Lampor
Burung gagak hinggap di atap
Wangi kematian tercium sedap
Di atas dipan terbaring bapak
Mengusir letih dengan terlelap
Amuk gagak telihnya lapar
Berkaok menggelegar
Tetapi mangsa yang telah terkapar
Napas tasbihnya masih terdengar
Siapa yang akan pergi kali ini?
Banyumas, 2 Agustus 2021
Fatiya An
Kamuflase Hujan
Seorang gadis binal berlari
Dalam hujan deras nan berangin
Mengabaikan seruan para penduduk
Mengabaikan angin yang menusuk
Jauh dalam lubuk hati yang terdalam
Ada hujan yang lebih deras
Jurang antara kecewa dan cemas
Melapukkan batu kuat nan keras
Menciptakan luka yang berbekas
Maka gadis binal itu berkamuflase dalam hujan
Ia tertawa dan tersenyum senang
Matanya tak menampakkan kesedihan
Tapi ada tetesan yang jatuh bersama air hujan
Ketika orang-orang memaki untuk kesekian kalinya
Saat hujan telah reda
Ia pun menepuk dada
Karena yang barusan hanya jeda
Sebelum melanjutkan perjalanan
Yang mungkin akan mendatangkan hujan yang berbeda
Sembari menerka apakah ia bisa berkamuflase lagi nanti?
Bandung, 2 Agustus 2021
Dialektika Bagaskara
- Ree_AD-
Kepada kasih yang tenggelam di ufuk barat
Menerabas batas cakrawala menuju gelap
Aku akan selalu menanti di ufuk timur pertiwi
Siap memeluk indahmu yang menyalak keemasan
Jakarta, 02 Agustus 2021 04:02


