Puisi Ilham Nuryadi Akbar & Syuhara Suriati

 


Ilham Nuryadi Akbar

Setidaknya

 

pada pertemuan yang akan datang

tutupilah tubuhmu dengan sebaik-baiknya

sebab aku tak ingin mengeja seluruh kesedihan

terutama, saat dirimu merawi tentang lelaki perenggut mahkota

 

kalut, ganar, telah berkelindan menggelayuti seluruh atma pada dirimu

muskil, tergugu, tampak menggurat keteguhanmu yang dahulu kokoh menjulang tinggi

 

esok, saat bintang-bintang hilang terganti rintik-rintik hujan

temuilah diriku yang kaku di bawah nisan, lalu menangislah dengan merdu

setidaknya, aku dan lelaki itu telah sama

pernah kau tangisi

 

Bekasi, 22 Agustus 2021

 





Syuhara Suriati

Perempuan Menulis

 

Kelamnya malam

dihembus sepoi-sepoi angin

ku titipkan doa

moga ilham datang kembali.

 

Ku tarik meja tulis

ku hampar jari jemari

menekan butang kekunci laptop

hingga diketuk cahaya pagi.

 

Ku susun idea

ku bina kerangka

biar diksi menari-nari

tanpa ada jeda, berhenti-henti.

 

Tulis, jangan berlengah

kendati letih

bikin tubuh lelah

itulah kunci saat berkarya dengan jaya.

 

Sabah, 2021

 


 Tentang Penulis

 

Ilham Nuryadi Akbar, lahir pada 11 Februari 1995 di Banda Aceh. Menempuh pendidikan dasar, menengah dan kuliah D3 Kesehatan di Kota Langsa, Provinsi Aceh. Melanjutkan pendidikan S1 di Jakarta Selatan. Buku pertama yang diterbitkan oleh Alinea Medika Pustaka berjudul Kemarau di Matamu Hujan di Mataku, puisi dan cerpen yang ia tulis telah banyak terangkum pada beberapa media dan antologi.

 


Syuhara Suriati, Penulis asal Sabah, Malaysia ini dilahirkan pada 27 Oktober 1993. Penulis antologi, anekdot, artikel, puisi dan resensi buku ini sudah menerbitkan 11 buku.

Tags

Posting Komentar

1 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.